changminnie playlist

Jumat, 05 Agustus 2011

     Kurasakan hatiku berdetak kencang. Hari ini aku awali hariku berbeda dari biasanya. Terasa canggung saat kuputuskan untuk membalut kepalaku dengan kain yang sudah dilipat segitiga. Ya, kini aku mulai untuk mengenakan jilbab. Tindakan yang tak pernah kusangka kalau aku akan melakukannya. Dulu, ketika mentor rohis ku selalu menanyakan kapan aku memakai "jilbab" itu, aku selalu menolak. "Saya belum siap, Kak" itu adalah jawaban yang sering aku katakan kepada mentorku . Tapi kemarin malam, ketika aku menghabiskan waktu bersama kakakku di mall, aku melihat sepasang suami istri dan seorang anak laki-lakinya yang kelihatannya sangat bahagia. Istrinya mengenakan jilbab, cantik sekali pikirku. Entah kenapa setelah melihat mereka, hatiku tergugah dan ingin sekali mengenakannya. Semalaman aku berpikir. Apabila aku mengenakannya, pastilah aku tidak akan bisa bergaya lagi dengan pakain dan bajuku. Aku harus selalu mengenakan pakaian yang serba panjang untuk menutupi seluruh tubuhku. Aku juga pasti tidak akan bisa untuk bermain-main dengan rambutku yang panjang dan lurus. Tetapi .... setelah ku pikir-pikir lagi. Aku adalah seorang muslim. Tidak sepatutnya aku untuk mengumbarkan auratku. Dalam Al-Qur'an surat Annur(24):31 juga sudah diterangkan bahwa "Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (ind: jilbab)nya ke dadanya...". Belum lagi kajian-kajian tentang jilbab yang pernah sekali-kali aku ikuti, semakin menambah keyakinanku. Akhirnya akupun memutuskan untuk mengenakannya.


     Debaran yang kuat memberatkan langkah kakiku untuk beranjak menuju ke kelasku. Apa yang akan teman-teman katakan nanti ketika melihat penampilanku yang baru? Tapi aku mencoba untuk menepis perasaan itu . Aku tetap melangkahkan kaki walau memang terasa berat. Tibalah aku di depan kelasku. Pintunya tertutup. Kupikir, mungkin teman-teman sibuk mengerjakan pr yang lupa mereka kerjakan semalam. tapi, ketika kuingat-ingat lagi, hari ini sepertinya tidak ada pr.
     Ku buka pintu kelasku pelan-pelan. Ku lihat teman-temanku tidak sedang mengerjakan pr mereka tetapi sedang sibuk membersihkan lantai yang kotor karena cat sehabis mengerjakan tugas seni budaya kemarin. Ku tundukkan kepalaku ketika memasuki kelas, dan meletakkan helm di tempat yang memang telah disediakan. Tiba-tiba, seorang teman melihatku.
     "Hasna? Kamu pakai jilbab?" tanya Aida sambil memegang pundakku. Aku hanya tersenyum. “Kamu beneran pakai jilbab atau cuma pakai kalau lagi ke sekolah?” Nisa kembali bertanya padaku.
“Iya, Nisa. Aku di luar juga pakai kok,” jawabku sambil tersenyum.
“Serius??? Wah, selamat ya… Kamu cantik deh kalo pakai jilbab”
“Makasih”
“Hah? Hasna pakai jilbab??” teriak seorang teman perempuanku, Inas, dari kejauhan. Ia berlari mendekati kami berdua, di ikuti oleh teman perempuanku yang lain. “Serius, Na, kamu pakai jilbab? Di luar juga pakai? Kok kamu bisa pakai sih ? dapat hidayah apa? Cerita-cerita dong..”berebutan teman-teman ku melemparku dengan segudang pertanyaan.
“Iya, aku di luar juga pakai kok. Aku dapat hidayah waktu habis ngeliat suami-istri. Hehehe..”
“Suami-istri?” Tanya Isna lagi.
“Iya. Udah deh. Kalau mau diceritain sekarang, nggak bakal selesai ceritanya. Tuh liat, lantai masih kotor gitu. Kita bersihin dulu ya”
Aku pun lalu meletakkan tas di bangkuku dan menolong teman-teman yang lain.  Sebenarnya aku menuggu satu teman ku lagi..