Debaran yang kuat memberatkan langkah kakiku untuk beranjak menuju ke kelasku. Apa yang akan teman-teman katakan nanti ketika melihat penampilanku yang baru? Tapi aku mencoba untuk menepis perasaan itu . Aku tetap melangkahkan kaki walau memang terasa berat. Tibalah aku di depan kelasku. Pintunya tertutup. Kupikir, mungkin teman-teman sibuk mengerjakan pr yang lupa mereka kerjakan semalam. tapi, ketika kuingat-ingat lagi, hari ini sepertinya tidak ada pr.
Ku buka pintu kelasku pelan-pelan. Ku lihat teman-temanku tidak sedang mengerjakan pr mereka tetapi sedang sibuk membersihkan lantai yang kotor karena cat sehabis mengerjakan tugas seni budaya kemarin. Ku tundukkan kepalaku ketika memasuki kelas, dan meletakkan helm di tempat yang memang telah disediakan. Tiba-tiba, seorang teman melihatku.
"Hasna? Kamu pakai jilbab?" tanya Aida sambil memegang pundakku. Aku hanya tersenyum. “Kamu beneran pakai jilbab atau cuma pakai kalau lagi ke sekolah?” Nisa kembali bertanya padaku.
“Iya, Nisa. Aku di luar juga pakai kok,” jawabku sambil tersenyum.
“Serius??? Wah, selamat ya… Kamu cantik deh kalo pakai jilbab”
“Makasih”
“Hah? Hasna pakai jilbab??” teriak seorang teman perempuanku, Inas, dari kejauhan. Ia berlari mendekati kami berdua, di ikuti oleh teman perempuanku yang lain. “Serius, Na, kamu pakai jilbab? Di luar juga pakai? Kok kamu bisa pakai sih ? dapat hidayah apa? Cerita-cerita dong..”berebutan teman-teman ku melemparku dengan segudang pertanyaan.
“Iya, aku di luar juga pakai kok. Aku dapat hidayah waktu habis ngeliat suami-istri. Hehehe..”
“Suami-istri?” Tanya Isna lagi.
“Iya. Udah deh. Kalau mau diceritain sekarang, nggak bakal selesai ceritanya. Tuh liat, lantai masih kotor gitu. Kita bersihin dulu ya”
Aku pun lalu meletakkan tas di bangkuku dan menolong teman-teman yang lain. Sebenarnya aku menuggu satu teman ku lagi..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar